

PENGANTAR TRAINING
Kromatografi adalah teknik pemisahan molekuler yang didasarkan pada berbagai model pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (dalam bentuk molekul) dalam larutanKromatografi dibedakan atas dua fase, yaitu fase diam zat padat, fase gerak zat cair dikenal sebagai kromatografi cair, dan fase diam zat padat, fase gerak gas, dikenal sebagai kromatografi gas.
Teknik kromatografi gas telah banyak digunakan dalam berbagai bidang pengujian. Sebagai contoh diantaranya pemisahan berbagai macam residu pestisida, pengujian udara dan hidrokarbon, pengujian di klinik-klinik kesehatan, pengujian pada polimer, pengujian asam lemak, pengujian kualitas, pengujian kontaminasi makanan dan kemasan makanan.
Teknik analisis kromatografi gas merupakan salah satu teknik analisis instrumental kimia gas berdasarkan perbedaan polaritas fase diam dan fase gerak. Dalam penerapannya, gas kromatografi bisa dikombinasikan dengan berbagai detector diantaranya adalah detector FID, FPD, ECD dan detector MS. Kombinasai GC-MS lebih serigng digunakan karena mempunyai cakupan analisa senyawa yag luas. GC-MS membaca senyawa berdasarkan massa atau berat molekul suatu senyawa dengan fragmentasinya untuk analisis struktur atau elusidasi struktur. Teknik analisa GC-MS menjadi sangat populer dimanfaatkan di berbagai industri dimana ketangguhan, jangkauan analisa dan kepraktisannya sangat akurat. Salah satu kendala penggunaan GC-MS ini adalah karena biaya investasinya yang besar untuk membeli peralatan dan perawatan sehari-hari peralatan tersebut. Investasi besar dalam peralatan-peralatan di atas amatlah penting dalam menunjang misi laboratorium, namun demikian pemanfaatannya amat bergantung pada kemampuan sumber daya manusia (operator).
Untuk menjaga kehandalan intrumen GC-MS, diperlukan operator yang memahami proses kalibrasi, verifikasi dan trubleshooting instrumen GC. Kurangnya pemahaman teori dasar dan familiarisasi aplikasi serta pengetahuan tentang pemeliharaan akan menyebabkan kurang optimal pemanfaatannya dan bahkan banyak peralatan yang tidak terpakai secara optimal atau bahkan rusak.
Melalui pelatihan ini akan diharapkan para peserta mampu memahami teknik dasar pengoperasian GC-MS, dan perawatan peralatan serta trouble shooting sehingga dapat membantu para pelaku industri, laboratorium jasa, lembaga litbang dan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu tenaga laboratorium
TUJUAN TRAINING
Tujuan dari Training ini adalah:
MATERI TRAINING
METODE
Sistem pembelajaran interaktif dan metode pengajaran dalam bentuk pemaparan materi teoritis, diskusi dan studi kasus dengan contoh-contoh yang aplikatif dan implementatif.
PESERTA PELATIHAN
Para pelaksana laboratorium pengujian (manajer mutu, teknisi, penyelia dan manajer laboratorium), terutama untuk mereka yang kegiatan sehari-harinya berkaitan dengan pengoperasian peralatan GC-MS
FASILITATOR
Associate Trainer yang berpengalaman dengan kegiatan operasional laboratorium pengujian dengan menggunakan GC, LC, Spektro, AAS, ICP dan MS